Minggu, 11 November 2012

Menhut: Pencuri Kayu Harus Disikat Bersama
Penulis : Hamzirwan | Minggu, 11 November 2012 | 20:32 WIB
Dibaca: 0
|
Share:
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan
SUMBAWA, KOMPAS.com -- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta semua pihak turut berpartisipasi menekan angka deforestasi hutan dan melaporkan pembalakan liar yang terjadi di sekitar mereka untuk penindakan. Langkah penegakan hukum dan penanaman pohon bersama semua pihak mampu menekan laju deforestasi dari 3,5 juta hektar per tahun menjadi 320.000 hektar per tahun.
Zulkifli menegaskan hal itu saat meresmikan penghijauan kompleks Sekolah Tinggi Teknologi Sumbawa (STTS) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/11/2012). Turut hadir dalam acara ini penggagas STTS yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR Zulkiflimansyah, Direktur Utama PT BNI Tbk Gatot M Suwondo, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Kemhut Hilman Nugroho, dan Bupati Sumbawa Djamaluddin Malik.
"Sejak awal tahun 2010 saya memutuskan menghentikan izin baru konsesi hutan alam primer dan lahan gambut supaya saya tidak dikenal sebagai menteri yang menghabiskan hutan alam terakhir Indonesia. Kalau masih ada illegal logging di sekitar kita, laporkan. Kita sikat sama-sama," kata Zulkifli.
Indonesia memiliki kawasan hutan dan konservasi perairan seluas136.171.126,98 hektar. Hutan ini terdiri dari hutan lindung seluas 32,2 juta hektar, hutan produksi terbatas seluas 22,8 juta hektar, hutan produksi seluas 34,1 juta hektar, hutan produksi konversi seluas 20,8 juta hektar, dan kawasan konservasi seluas 26,1 juta hektar.
Laju deforestasi pascareformasi mencapai 3,5 juta hektar per tahun. Menhut mengklaim, berkat langkah penegakan hukum dan upaya penanaman pohon secara masif laju deforestasi bisa ditekan menjadi 320.000 hektar per tahun.
Zulkifli mengajak masyarakat menanam pohon bernilai ekonomi seperti sengon, jabon, atau jati. Mereka bisa memanfaatkan lahan untuk tanaman palawija dan beternak sebagai sumber pendapatan sambil menunggu pohon siap dipanen.
Hilman mengatakan, Kemhut menyediakan bantuan Rp 50 juta per kelompok tani dalam program Kebun Bibit Rakyat (KBR) untuk menggairahkan minat menanam masyarakat. Kemhut juga mencadangkan sedikitnya 600.000 hektar hutan produksi untuk meningkatkan akses masyarakat mengelola hutan dalam program hutan tanaman rakyat (HTR).
"Kawasan hutan yang tandus bisa dihijaukan selama ada kemauan. Daerah tandus seperti pantai di Kebumen, Jawa Tengah, yang panasnya sampai 70 derajat Celcius karena mengandung pasir besi saja bisa dihijaukan, apalagi di Sumbawa sini," kata Menhut.
Menhut mengapresiasi upaya Muhammad Rakib membangun Jaring Madu Hutan Sumbawa membina masyarakat Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lante, Sumbawa. Rakib membina sedikitnya 490 petani merawat hutan di sekitar lereng Gunung Batu Lante untuk memanen madu lebah.
Rakib mampu meningkatkan daya tawar petani kepada pedagang berkat upaya peningkatan kualitas dan bantuan peralatan yang antara lain diperoleh dari BNI. Harga madu berkualitas tinggi di tingkat petani pun naik dari Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar